Pingin sekali kasih ilmu pada sohib-sohib di sini. Tapi ilmu apa, ya? Binggung nih. Padahal pesan admin jelas terpampang pada baliho besar papan pengumuman. 1 Hari, 1 ilmu.
Yah sudah karena kita disini sama-sama belajar dan pembelajar yang tangguh maka bisa atau tidak bisa harus bisa. Karena namanya juga baru belajar maka apabila ada salah kata, salah bahasa dan salah pengertian mohon di sorry saja, ya!.
Begini sobat dan sobit dalam ilmu penalaran ada teori kebenaran. Suatu pernyataan bisa di katakan sebuah kebenaran bila sesuai dengan teori ini. Apa itu? Yaitu teori kebenaran koherensi dan korespodensi (sudah jangan menglipat dahi ah. Aku jadi kasian ni pada sohib, kayaknya seperti mikir negara saja.😃).
Nah teori kebenaran yang aku mau ajukan pada man teman adalah teori kebenaran koherensi dan korespodensi.
Apa itu makna kedua teori kebenaran itu. Yuk kita nyontek pada mbah wikipedia.😃
Sudah dapat belum? Kalau sudah kita samakan dengan punyaku. Kalau sama artinya tidak salah alamat kalau tidak sama tadi ngluyur kemana, masuknya ke mall, ya?
Teori kebenaran korehensi adalah sesuatu pernyataan di katakan benar bila ada konsistensi, ada keterkaitan di setiap pernyataan.
Teori kebenaran korespondensi adalah suatu pernyataan punya nilai kebenaran bila sesuatu pernyataan ada persesuaian dengan kenyataan, membumi bukan di awang-awang atau mustahil di laksanakan. Kalau tidak salah sih begitu.😃 Bagaimana sudah di catat belum? kalau sudah yuk dilanjut lagi.
Nah. Sebagai orang muslim maka pegangan hidup kita ya Al qur'an. Dan Al qur'an itu sesuai atau selaras dengan kedua teori itu. Kok bisa? Bisalah secara koherensi bahwa Al qur'an itu dari sekian banyak ayat-ayatnya tidak ada yang saling menyangkal tapi saling mendukung jadi ada keterkaitan.
Kalau secara korespodensi apa-apa pesan yang di sampaikannya adalah sesuatu yang mudah dan bisa dilaksanakan, membumi, tidak absurd.
Karena saat ini musim kampanye (ini tidak mendukung salah satu kandidat loh. Ndak ada gambar dan ajakan memgarahkan untuk memilih kandidat kok. Jadi jangan protes ya!.)
Banyak janji dari kandidat adalah sudah jamak, memang itu jualannya.
Tapi kalau kita berpegang pada teori kebenaran ini aku jamin kita punya standar untuk menentukan kapasitas dan capabilitas seorang pemimpin.
sesuatu dengan teori kebenaran kohererensi dan korespondensi. Artinya setiap pernyataan al qur'an dari awal sampai akhir tidak ada pertentangan di dalamnya.
Teori ini pun bisa juga di aplikasikan dalam menentukan pemimpin punya capabilitas atau tidak bisa di lihat dengan mengunakan teori kebenaran ini.
Yah kalau bicaranya tidak konaisten, malam delai pagi tempe dan janjinya absur ya nalarnya perlu dipertanyakan.
Yah sudah karena kita disini sama-sama belajar dan pembelajar yang tangguh maka bisa atau tidak bisa harus bisa. Karena namanya juga baru belajar maka apabila ada salah kata, salah bahasa dan salah pengertian mohon di sorry saja, ya!.
Begini sobat dan sobit dalam ilmu penalaran ada teori kebenaran. Suatu pernyataan bisa di katakan sebuah kebenaran bila sesuai dengan teori ini. Apa itu? Yaitu teori kebenaran koherensi dan korespodensi (sudah jangan menglipat dahi ah. Aku jadi kasian ni pada sohib, kayaknya seperti mikir negara saja.😃).
Nah teori kebenaran yang aku mau ajukan pada man teman adalah teori kebenaran koherensi dan korespodensi.
Apa itu makna kedua teori kebenaran itu. Yuk kita nyontek pada mbah wikipedia.😃
Sudah dapat belum? Kalau sudah kita samakan dengan punyaku. Kalau sama artinya tidak salah alamat kalau tidak sama tadi ngluyur kemana, masuknya ke mall, ya?
Teori kebenaran korehensi adalah sesuatu pernyataan di katakan benar bila ada konsistensi, ada keterkaitan di setiap pernyataan.
Teori kebenaran korespondensi adalah suatu pernyataan punya nilai kebenaran bila sesuatu pernyataan ada persesuaian dengan kenyataan, membumi bukan di awang-awang atau mustahil di laksanakan. Kalau tidak salah sih begitu.😃 Bagaimana sudah di catat belum? kalau sudah yuk dilanjut lagi.
Nah. Sebagai orang muslim maka pegangan hidup kita ya Al qur'an. Dan Al qur'an itu sesuai atau selaras dengan kedua teori itu. Kok bisa? Bisalah secara koherensi bahwa Al qur'an itu dari sekian banyak ayat-ayatnya tidak ada yang saling menyangkal tapi saling mendukung jadi ada keterkaitan.
Kalau secara korespodensi apa-apa pesan yang di sampaikannya adalah sesuatu yang mudah dan bisa dilaksanakan, membumi, tidak absurd.
Karena saat ini musim kampanye (ini tidak mendukung salah satu kandidat loh. Ndak ada gambar dan ajakan memgarahkan untuk memilih kandidat kok. Jadi jangan protes ya!.)
Banyak janji dari kandidat adalah sudah jamak, memang itu jualannya.
Tapi kalau kita berpegang pada teori kebenaran ini aku jamin kita punya standar untuk menentukan kapasitas dan capabilitas seorang pemimpin.
sesuatu dengan teori kebenaran kohererensi dan korespondensi. Artinya setiap pernyataan al qur'an dari awal sampai akhir tidak ada pertentangan di dalamnya.
Teori ini pun bisa juga di aplikasikan dalam menentukan pemimpin punya capabilitas atau tidak bisa di lihat dengan mengunakan teori kebenaran ini.
Yah kalau bicaranya tidak konaisten, malam delai pagi tempe dan janjinya absur ya nalarnya perlu dipertanyakan.
